Kamis, 28 November 2013

Pendapat Tentang Pemilu 2014

Pemilihan Umum atau biasa disebut Pemilu adalah merupakan sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat, di mana rakyat dapat memilih pemimpin politik secara langsung. Yang dimaksud dengan Pemimpin Politik di sini adalah wakil-wakil rakyat yang duduk di lembaga perwakilan rakyat, baik ditingkat pusat maupun daerah dan pemimpin lembaga eksekutif atau kepala pemerintahan seperti Presiden, Gubernur, Walikota dan Bupati.
Sebagai seorang Pemilih Pemula, janganlah kalian jadi korban Politik Uang, sebagai seorang mantan pelajar yang terpelajar dan cerdas karena telah mendapat ijazah lulus Sekolah serta memiliki Kartu Tanda Penduduk, maka anda akan menjadi Pemilih Pemula dalam Pemilu yang ada di Indonesia. Jadilah seorang Pemilih Pemula yang cerdas dalam memilih calon pemimpin serta berkualitas, dan pastikan pilihan anda adalah peserta Pemilu dan Calon yang memiliki rekam jejak yang baik.
Banyaknya Partai Politik Peserta Pemilu 2014 nanti, maka kita bisa mengetahui siapakah yang akan di usung sebagai Calon Presiden Indonesia. Walaupun saat ini beberapa Partai Politik sedang dilanda berbagai permasalahan, entah itu masalah Korupsi, maupun masalah internal Partai mereka. Namun, kita sebagai rakyat Indonesia tetap harus memberikan hak pilih, sebagaimana yang telah diatur oleh Undang-Undang, walaupun tak ada sangsi hukum yang berlaku bagi anda yang tidak menggunakan hak pilih.
Mungkin diantara kita, sudah merasa jenuh bahkan tidak peduli dengan yang namanya Pemilu, sebab ada atau tidak ada Pemilu di Indonesia, perubahan yang anda inginkan belum tentu terwujud melalui Pemilu. Bisa anda lihat, betapa susahnya Partai Politik Menuju Pemilu 2014 dalam hal mencari pigur calon yang layak untuk dijadikan Presiden. Bahkan para artis pun sempat menjadi calon yang di usung sebagai calon Gubernur, Walikota, Bupati, bahkan Presiden. Memang hal tersebut telah diatur oleh Undang-Undang, bahwa setiap warga negara Indonesia berhak mencalonkan diri, namun tetap mengacu pada aturan yang ada.
Mungkin sebagian kita berpendapat, lebih baik memilih presiden dari latar belakang militer saja biar negara ini aman serta berani dan tegas dalam menangasi masalah bangsa. Atau pilih Menteri yang sudah berkali-kali masuk dalam kabinet, karena pengalamannya tentang birokrasi dan ilmu pemerintahan dijamin sudah baik. Semua itu adalah hak anda sebagai masyarakat Indonesia, namun jika hak seluruh masyarakat Indonesia ini digabungkan, hukumnya malah menjadi wajib untuk memilih presiden yang berdedikasi tinggi, penuh tanggung jawab untuk membangun negara dan mensejahterakan rakyatnya.

Selasa, 19 November 2013

Manfaat dan Kekurangan Acara Televisi

Tanpa disadari televisi mempunyai keuntungan dan juga kerugian untuk kita, kita memang menggunakan fasilitas teknologi televisi setiap harinya. Namun tidak selamanyatelevisi berguna.kita mempunyai keuntungan dari televisi karena dari televisi kita dapat mengetahui info info / berita, bahkan kita bisa mengetahui kejadian yang sedang terjadi saat itu juga walaupun kita tidak berada di lokasi kejadian. dan televisi sangat bermanfaat karena dapat menambah pengetahuan dan wawasan kita. sehingga kita bisa belajar dari banyak hal yang di beritakan di televisi, selain itu banyak acara yang bisa menghibur kita di saat kita sedang bosan dan lelah.sedangkan kerugian yang kita peroleh dari televisi adalah dapat merusak mental sekaligus pola pikir anak-anak tanpa pandang bulu. Kita juga bisa lupa waktu gara gara keasikan menonton televisi sehingga kita terkesan terlalu membuang waktu yang ada. Selain itu televisi mengajarkan budaya komersil atau konsumenrisme dalam diri anak-anak.Juga dapat memberi dampak negatif untuk kesehatan. Kita juga menjadi malas karena hobi menonton televisi.pengaruh positif terhadap televisi yaitu : sarana untuk memperlancar hubungan dan komunikasi antar manusia. Banyak perubahan dan kemajuan yang terjadi pada masyarakat abad kedua puluh dengan datangnya media masa televisi. Dan televisi memberikan hiburan yang sehat serta pengetahuan kepada pemirsanya. Tidak bisa dipungkiri bahwa manusia adalah makhluk yang membutuhkan hiburan.televisi sangat berperan dalam kehidupan sehari-hari kita karena dapat memberikan banyak informasi dan pengetahuan. kita bisa dapat secara mudah mengetahui berita dan informasi serta menambah wawasan yang tadi nya kita tidak tau menjadi tau.pengaruh negativ terhadap televisi yaitu : bisa mempengaruhi sikap kita. selain itu juga dapat mempercepat kehancuran nilai-nilai agama dan moral tradisional dari pemirsanya. Semua tayangan yang berbau kekerasan, setan, hantu, tidak satupun yang mendidik orang untuk lebih baik, adegan kekerasan, kebencian dan kejahatan, orang tua dan anak bekerja-sama melakukan kejahatan demi uang, anak-anak melawan dan memaki orang tua, murid-murid melawan guru yang akibatnya guru seperti tidak memiliki harga lagi di masyarakat. Begitu seseorang menonton sebuah adegan pembunuhan sadis dia tidak akan pergi keluar dan melakukan pembunuhan sadis. Tetapi akan terlihat kelak dimana bila semakin banyak seseorang itu menonton acara-acara kekerasan maka akan semakin besar kemungkinan bagi dia untuk berpikir bahwa hal semacam itu normal-normal saja dan boleh untuk dipraktekkan.

Senin, 11 November 2013

kepadatan penduduk



Kepadatan penduduk di Indonesia
Jumlah populasi penduduk Indonesia sangat banyak dan semakin bertambah dari tahu   ketahunnya. Berdasarkan surat harian yang saya lihat Indonesia menduduki urutan keempat negara terbanyak jumlah penduduk setelah Cina, India, dan Amerika. Berdasarkan Sensus Penduduk 2010, jumlah penduduk Indonesia sudah mencapai 237,6 juta jiwa atau bertambah 32,5 juta jiwa sejak tahun 2000. Artinya, setiap tahun selama periode 1990-2000, jumlah penduduk bertambah 3,25 juta jiwa. Jika di alokasikan ke setiap bulan maka setiap bulannya penduduk Indonesia bertambah sebanyak 270.833 jiwa atau sebesar 0,27 juta jiwa. iniah yang disebut ledakan penduduk.
Solusinya adalah:
a). Mencanangkan program Keluarga Berencana (KB) sebagai gerakan nasional, dengan cara memperkenalkan tujuan-tujuan program KB melalui jalur pendidikan, mengenalkan alat-alat kontrasepsi kepada pasangan usia subur, dan menepis anggapan yang salah tentang anak. Meski program ini cenderung bersifat persuasif ketimbang dipaksakan. Program ini dinilai berhasil menekan tingkat pertumbuhan penduduk Indonesia.
b). Menetapkan Undang-Undang Perkawinan yang di dalamnya mengatur serta menetapkan tentang batas usia nikah.
c). Membatasi pemberian tunjangan anak bagi PNS/ABRI hanya sampai anak kedua.
Efek Blog